ABACA
bukan hanya game, tapi juga melibatkan pembelajaran simbol (huruf). Parameter
yang diukur adalah tingkat kesulitan game dan materi yang diberikan. Materi
yang dimaksud di sini adalah simbol/huruf. Dan bukan hal mudah mengingat
segmennya adalah anak2 yang rata2 tidak memahami simbol (hal yg bersifat
abstrak). Di sinilah letak tantangannya. Mengukur tingkat kesulitan game serta
materi yang menyertai game tsb agar pengguna bisa menyelesaikan dan terus
tertantang sampai semua kartu di setiap seri dapat dikuasainya. Tapi ada
syarat2 lain yg harus dipenuhi agar tujuan ini tercapai. Salah satu syaratnya adalah
PARA PENGGUNA GAME ADALAH ANAK-ANAK YANG TELAH DINYATAKAN SIAP ATAU MATANG. Ini
untuk MENGHINDARI efek seperti tertekan, mental hectic, dll karena yang
dipelajari adalah sesuatu yg abstrak.
Mengapa hanya Anak yang Siap saja yang Bisa Memahami Simbol?
Huruf atau angka, adalah simbol. Bukan benda. Misal simbol angka 5 itu adalah perwakilan dari benda2 yg dijejerkan sebanyak 5. Ini adalah pemahaman “abstark” tidak terlihat. Angka 5 bukanlah benda seperti donat atau kelereng. Nah kemampuan kita untuk berfikir secara numerik ini baru bisa dilakukan ktk otak kita cukup berkembang. Ini berbeda dg berfikir secara kuantitas ya, yg bayi pun mengetahui tentang “banyak” dan “sedikit”. Anak usia 2 tahun mampu memahami bahwa 2 donat lebih banyak daripada 1 donat, tapi RATA-RATA mereka belum memahami simbol abstrak yang mewakili pernyataan “kuantitas” tsb. Itulah sebabnya banyak pakar anak mulai mengajarkan simbol ktk anak2 minimal berusia 5tahun, sebagian yg lain, mulai mengenalkan di usia 7tahun.
Nah, agar ABACA ini digandrungi oleh anak2. Maka hanya menggunakan sedikit variabel dalam 1 kartu, dan pengait berupa gambar agar mudah diingat oleh anak2 yang rata2 masih kesulitan berfikir abstrak. Sehingga mereka akan bisa lebih cepat mengingatnya, dan membuat mrk menyukai simbol.
Saya pisahkan antara variabel huruf dan gambar, agar anak terangsang untuk berfikir ketika mereka lupa mengingat simbolnya. Saya juga mengukur tingkat stres anak. Sehingga dari semua kartu-kartu itu saya pilih utk dipisahkan ke dalam tiap box. Hal ini dilakukan agar anak yang belum benar2 terlatih berfikir abstrak ini bisa menikmati permainan dan tidak tertekan.
Rata2 industri pembuat flashcard melakukan KESALAHAN BESAR, mereka menjejalkan banyak materi dalam satu kartu. Karena mereka berfikir, semakin banyak materi dan semakin banyak kartu maka akan lebih baik dan laku keras. Yg mereka pikirkan adalah LAKU KERAS.
Tapi dilihat dari sudut pandang psikologi, terlalu banyak variabel simbol dan terlalu banyak kartu akan membuat anak tertekan. Dan sang pemandu (orangtua) akan kehilangan tolak ukur tentang yg dikatakan anak mampu belajar membaca. Akhirnya muncul kecenderungan orangtua untuk menekan anak untuk menyelesaikan kartu-kartu itu karena mrk tidak memiliki tolak ukur yang jelas. Mereka takut jk anaknya tdk mampu menjawab berarti “telat, tidak normal,dll”. Jika Anda menggunakan flshcard atau kartu semacam itu maka efek buruknya peluang terjadinya mental hectic akan tinggi. Ini yg menjadi BIANG KELADI anak merasa tertekan mempelajari simbol dan SUSAH mengingat simbol yg telah dipelajari. Yg saya bicarakan adalah anak2 yg baru mulai belajar simbol (bukan anak yg sudah pintar membaca). Saya berbicara secara statistik (bukan kasus) yg tjd pd rata2 anak.
Pengujian terhadap Variabel dan Tingkat stres Anak
Ini yang saya lakukan ketika saya akan membuat flashcard. Ktk menciptakan choco book (bonus buku) yg ada di ABACA seri 3 saya melakukan pengujian. Saya tes level kebosanan anak yg memiliki kecerdasan logika tinggi, saya pilih sampel anak dengan kecerdasan logika tinggi. Karena anak2 jenis ini, mereka lebih dini mampu memolakan simbol dan memahami sesuatu yg abstrak dibanding anak dengan kecerdasan jenis lain. Artinya jika anak dg kecerdasan logika tinggi ini mampu mencapai “range” 3, maka yg lainnya pasti di bawah itu. Shg yg perlu diciptakan adalah materi dg tingkat kesulitan di bawah “range” itu. Saya melakukan pengujian thd anak dg kecerdasan logika tinggi yg baru bisa belajar membaca yah. BUKAN ANAK YG SUDAH MAHIR ATAU TERLATIH MEMBACA
Sy terkejut ktk saya menemukan bahwa dengan level materi sedang lalu “sedikit kompleks” bagi anak2 yg kecerdasan logikanya tinggi sekalipun, mereka hanya mampu menyelesaikan maksimal 3 halaman buku Pintar Membaca Berhadiah Permen Coklat. Padahal itu full reward atau full hadiah. Lalu saya uji dg menggunakan buku yang tidak ada reward sama sekali, ternyata anak ini hanya sanggup bertahan 1 halaman saja dan enggan melanjutkan ke halaman berikutnya meskipun waktu yg diperlukan hanya 5 menit. Mereka bisa, tapi MALAS melanjutkan. Di sinilah intinya.
Saya lebih mengutamakan faktor psikologi anak dibanding jumlahnya materi simbol yg perlu dijejalkan ke mereka. Saya lebih suka melihat mereka gembira karena bs melewati rintangan kecil, karena itu akan membentuk rasa percaya dirinya sehingga bersemangat mencoba untuk melalui rintangan yg makin sulit. Inilah salah satu yg membuat ABACA lebih unggul dibanding flashcard lain. Itulah yg menyebabkan ABACA BOOMING terjual hampir 100.000 eksemplar dengan RATUSAN testimoni yang tersebar dimana2. Bahkan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus dg masalah perilaku spt autis, ADHD, disleksia) bisa MENINGKAT KONSENTRASINYA setelah menggunakan ABACA. Ini disebabkan sedikitnya variabel yang dilibatkan dalam setiap kartunya, shg anak terbantu untuk fokus. ABACA terbukti meningkatkan daya hafal anak lebih dari 2 kali jika dibandingkan dg menggunakan buku teks.
Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty
Mengapa hanya Anak yang Siap saja yang Bisa Memahami Simbol?
Huruf atau angka, adalah simbol. Bukan benda. Misal simbol angka 5 itu adalah perwakilan dari benda2 yg dijejerkan sebanyak 5. Ini adalah pemahaman “abstark” tidak terlihat. Angka 5 bukanlah benda seperti donat atau kelereng. Nah kemampuan kita untuk berfikir secara numerik ini baru bisa dilakukan ktk otak kita cukup berkembang. Ini berbeda dg berfikir secara kuantitas ya, yg bayi pun mengetahui tentang “banyak” dan “sedikit”. Anak usia 2 tahun mampu memahami bahwa 2 donat lebih banyak daripada 1 donat, tapi RATA-RATA mereka belum memahami simbol abstrak yang mewakili pernyataan “kuantitas” tsb. Itulah sebabnya banyak pakar anak mulai mengajarkan simbol ktk anak2 minimal berusia 5tahun, sebagian yg lain, mulai mengenalkan di usia 7tahun.
Nah, agar ABACA ini digandrungi oleh anak2. Maka hanya menggunakan sedikit variabel dalam 1 kartu, dan pengait berupa gambar agar mudah diingat oleh anak2 yang rata2 masih kesulitan berfikir abstrak. Sehingga mereka akan bisa lebih cepat mengingatnya, dan membuat mrk menyukai simbol.
Saya pisahkan antara variabel huruf dan gambar, agar anak terangsang untuk berfikir ketika mereka lupa mengingat simbolnya. Saya juga mengukur tingkat stres anak. Sehingga dari semua kartu-kartu itu saya pilih utk dipisahkan ke dalam tiap box. Hal ini dilakukan agar anak yang belum benar2 terlatih berfikir abstrak ini bisa menikmati permainan dan tidak tertekan.
Rata2 industri pembuat flashcard melakukan KESALAHAN BESAR, mereka menjejalkan banyak materi dalam satu kartu. Karena mereka berfikir, semakin banyak materi dan semakin banyak kartu maka akan lebih baik dan laku keras. Yg mereka pikirkan adalah LAKU KERAS.
Tapi dilihat dari sudut pandang psikologi, terlalu banyak variabel simbol dan terlalu banyak kartu akan membuat anak tertekan. Dan sang pemandu (orangtua) akan kehilangan tolak ukur tentang yg dikatakan anak mampu belajar membaca. Akhirnya muncul kecenderungan orangtua untuk menekan anak untuk menyelesaikan kartu-kartu itu karena mrk tidak memiliki tolak ukur yang jelas. Mereka takut jk anaknya tdk mampu menjawab berarti “telat, tidak normal,dll”. Jika Anda menggunakan flshcard atau kartu semacam itu maka efek buruknya peluang terjadinya mental hectic akan tinggi. Ini yg menjadi BIANG KELADI anak merasa tertekan mempelajari simbol dan SUSAH mengingat simbol yg telah dipelajari. Yg saya bicarakan adalah anak2 yg baru mulai belajar simbol (bukan anak yg sudah pintar membaca). Saya berbicara secara statistik (bukan kasus) yg tjd pd rata2 anak.
Pengujian terhadap Variabel dan Tingkat stres Anak
Ini yang saya lakukan ketika saya akan membuat flashcard. Ktk menciptakan choco book (bonus buku) yg ada di ABACA seri 3 saya melakukan pengujian. Saya tes level kebosanan anak yg memiliki kecerdasan logika tinggi, saya pilih sampel anak dengan kecerdasan logika tinggi. Karena anak2 jenis ini, mereka lebih dini mampu memolakan simbol dan memahami sesuatu yg abstrak dibanding anak dengan kecerdasan jenis lain. Artinya jika anak dg kecerdasan logika tinggi ini mampu mencapai “range” 3, maka yg lainnya pasti di bawah itu. Shg yg perlu diciptakan adalah materi dg tingkat kesulitan di bawah “range” itu. Saya melakukan pengujian thd anak dg kecerdasan logika tinggi yg baru bisa belajar membaca yah. BUKAN ANAK YG SUDAH MAHIR ATAU TERLATIH MEMBACA
Sy terkejut ktk saya menemukan bahwa dengan level materi sedang lalu “sedikit kompleks” bagi anak2 yg kecerdasan logikanya tinggi sekalipun, mereka hanya mampu menyelesaikan maksimal 3 halaman buku Pintar Membaca Berhadiah Permen Coklat. Padahal itu full reward atau full hadiah. Lalu saya uji dg menggunakan buku yang tidak ada reward sama sekali, ternyata anak ini hanya sanggup bertahan 1 halaman saja dan enggan melanjutkan ke halaman berikutnya meskipun waktu yg diperlukan hanya 5 menit. Mereka bisa, tapi MALAS melanjutkan. Di sinilah intinya.
Saya lebih mengutamakan faktor psikologi anak dibanding jumlahnya materi simbol yg perlu dijejalkan ke mereka. Saya lebih suka melihat mereka gembira karena bs melewati rintangan kecil, karena itu akan membentuk rasa percaya dirinya sehingga bersemangat mencoba untuk melalui rintangan yg makin sulit. Inilah salah satu yg membuat ABACA lebih unggul dibanding flashcard lain. Itulah yg menyebabkan ABACA BOOMING terjual hampir 100.000 eksemplar dengan RATUSAN testimoni yang tersebar dimana2. Bahkan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus dg masalah perilaku spt autis, ADHD, disleksia) bisa MENINGKAT KONSENTRASINYA setelah menggunakan ABACA. Ini disebabkan sedikitnya variabel yang dilibatkan dalam setiap kartunya, shg anak terbantu untuk fokus. ABACA terbukti meningkatkan daya hafal anak lebih dari 2 kali jika dibandingkan dg menggunakan buku teks.
Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty
ABACA dapat dipesan di Agen:
Nur Rochmawati
Perum Kalingga Blok C.44 Jembangan Kaling Tasikmadu Karanganyar Jawa Tengah
57761
HP. 085647369532
pin 754F5E30

Komentar
Posting Komentar