Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

SINOPSIS ABACA

Ayo Belajar Membaca sambil Memanen Es Krim dan Menjelajah Dunia Stroberi dengan Guncangan Dinamit ! BEST SELLER TERJUAL LEBIH DARI 1000 PAKET SEBULAN Ribuan anak telah menggunakan ABACA Flash card, mereka ketagihan bermain panen es krim dan sebagian lagi sudah tak sabar menjelajah dunia stroberi dengan guncangan dinamit. Kunjungi www.abaca-flashcard.com untuk melihat puluhan testimoni kesuksesan para pengguna ABACA Flash card. Produk ABACA Flash Card dapat diperoleh melalui agen resmi NUR ROCHMAWATI (Agen wilayahTASIKMADU KARANGANYAR JAWA TENGAH) hp 085647369532 ABACA Flash Card seri 1 Dengan ABACA flash card seri 1, putra dan putri Anda bisa belajar suku kata sambil memanen es krim.  Setiap kali putra/putri Anda mampu menebak suku kata dengan benar maka dia akan memanen es krim dan kuda-kudanya bisa berjalan di atas papan monopoli es krim. Terdiri dari 44 suku kata, 1...

Mengapa anak susah membedakan huruf b dengan d?

Mengapa anak susah membedakan huruf b dengan d? Itulah salah satu alasan mengapa beberapa ilmuwan syaraf (otak) berpendapat bahwa bayi tidak dapat diajari membaca sebelum usia tertentu. Sebagian ilmuwan ada yang berpendapat bahwa proses membaca bisa dikenalkan pada usia 3 tahun, tapi sebagian yang lain berpendapat bahwa usia terbaik itu ketika sudah TK atau sekitar 4 atau 5 tahun. Yang jelas tidak ada satu pun ilmuwan syaraf yang meneliti otak anak selama bertahun2 yang berpendapat bahwa bayi bisa belajar membaca. Sandra Aamodth, seorang pimpinan redaksi jurnal ilmiah ttg syaraf terkemuka, Nature Neuroscience, menyatakan bahwa ada sebuah area dalam otak yang amat penting dalam proses belajar membaca. Wilayah ini aktif ketika seseorang ditunjukkan kata seperti “cat” dll atau bentuk huruf lain yang berbeda akan tetap membentuk kata. Biasanya pada usia 3th bagian otak ini mampu membedakan mana yang disebut gambar dan mana yg disebut tulisan (huruf). Contoh, silahkan Anda meng...

Mengenal 8 Jenis Kecerdasan pada Anak

Tiap anak berpotensi. Sejak lahir, anak memiliki potensi yang unik. Potensi tersebut jika diasah dengan tepat, anak akan tumbuh menjadi orang yang bermanfaat di masa depan. Hal ini, tentu menjadi tantangan besar bagi  orangtua bisa melatih anak untuk mengeksplorasi potensi mereka dan menyingkirkan kendala yang menghadang. Pada awal dekade 1980-an, Dr Howard Gardner, profesor di Harvard University, meneliti mengenai multiple intelligence (ragam kecerdasan). Dr Howard percaya bahwa setiap anak sebenarnya memiliki 8 jenis kecerdasan dengan kadar yang berbeda-beda. 8 kecerdasan pada anak antara lain:     Word smart       : pandai mengolah kata dan kemampuan linguistik yang cermat Picture smart    : pandai mengolah persepsi dari apa yang terlihat dan yang bergerak Music smart      : kecerdasan dan kepekaan dalam hal musik Body smart        : jenis kecerdasan pada keterampil...