Tiap anak berpotensi. Sejak lahir, anak memiliki potensi yang unik. Potensi tersebut jika diasah dengan tepat, anak akan tumbuh menjadi orang yang bermanfaat
di masa depan. Hal ini, tentu menjadi tantangan besar bagi orangtua bisa melatih anak untuk mengeksplorasi
potensi mereka dan menyingkirkan kendala yang menghadang.
Pada awal dekade 1980-an, Dr Howard Gardner, profesor di
Harvard University, meneliti mengenai multiple intelligence (ragam kecerdasan).
Dr Howard percaya bahwa setiap anak sebenarnya memiliki 8 jenis kecerdasan
dengan kadar yang berbeda-beda.
8 kecerdasan pada anak antara lain:
Word smart :
pandai mengolah kata dan kemampuan linguistik yang cermat
Picture smart :
pandai mengolah persepsi dari apa yang terlihat dan yang bergerak
Music smart :
kecerdasan dan kepekaan dalam hal musik
Body smart :
jenis kecerdasan pada keterampilan olah tubuh
Logic smart :
pandai dalam bidang sains dan matematika
People smart :
kecerdasan dalam memahami pikiran dan perasaan orang lain
Self smart :
kepekaan dalam mengenali emosi diri sendiri
Nature smart :
kepekaan dalam mengamati fenomena alam dan lingkungan sekitar
Masing-masing kecerdasan ini tumbuh dan berkembang pada diri
anak dalam kualitas dan kuantitas yang berbeda. Maka dari itu, orangtua harus
selalu membimbing dan memandu anak dalam fase tumbuh kembang agar dapat
mengamati dengan cermat apa yang menjadi minat anak berdasarkan 8 kecerdasan
tersebut.
Ketika kecerdasan spesifik mulai tampak, sebaiknya orangtua
segera memetakannya dalam diri anak dan membantu mengeksplorasi seakurat
mungkin. Tujuannya, untuk disesuaikan dengan gaya pengajaran dan metode
pengasuhan anak di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan lingkungan sosial.
Komentar
Posting Komentar